Tentang Teriknya Tantangan
Siang..
Ketika aku berdiri di kesendirian,
dan tepat di bawah terik matahari.
Juga angin berhembus begitu kencang.
Aku merenung..
Ternyata cuaca sengaja menabrakku dengan sebuah perasaan.
Perasaan panas dingin memilukan.
Perasaan yang mengingatkanku pada masalalu yang kelam.
Masalalu...
Sebuah nama yang menunjukan waktu itu membuatku terluka. Ya, terluka.
Masalalu...
Memang, tak ada artinya lagi, tak ada manfaatnya lagi.
Kecuali aku memperbaiki.
Inilah saatnya membuktikan,
bukan hanya virgoun saja,
akupun ingin berbukti cinta untuk seseorang.
Halo seseorang yang biasa aku sebut dengan kata "kamu",
apa kabar? Baik sajakah?
Kuharap, watakmu sama seperti dulu yang menjengkelkan.
Tak apa menjengkelkan, yang justru membuatku lebih bisa mengingatmu dan pada masa itu.
Sekarang, kulihat banyak yang mendukungku dari kejauhan,
mendukung tentang tegarnya hatiku yang terterik matahari.
Angin yang berhembus, rumput yang bergoyang,
air sungai yang mengalir, dedaunan yang beterbangan,
semua mendukungku dengan tulus.
air sungai yang mengalir, dedaunan yang beterbangan,
semua mendukungku dengan tulus.
Terima kasih atas segalanya, terima kasih masa itu, terima kasih saat ini,
dan terima kasih pula pemberian kesempatan untuk pertemuan hari tua esok.
Sungguh, aku sangat bersyukur.
-Nahrul Khayat-
@Nahrul_Kaha

🤔🤔🤔
BalasHapus